Langsung ke konten utama

Unggulan

Fayakhun Bakamla Singgung Pentingnya Interaksi Sosial

fayakahun bakamla Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi sosial sangat dibutuhkan. Terkait hal tersebut, Fayakhun Bakamla mengingatkan agar sesama manusia saling menjaga sikap sehingga terbangun interaksi yang baik. Hal ini tak lepas dari k odrat manusia sebagai makhluk sosial dimana keinginannya untuk selalu hidup bersama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau masyarakat. Tidak seorang pun di dunia ini yang mampu hidup sendiri tanpa melakukan hubungan atau kerja sama dengan orang lain. Karena pada kodratnya manusia memiliki keterbatasan dan sejak lahir sudah dibekali dengan naluri untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya, seorang balita memerlukan perawatan dan bantuan ibunya karena ia belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Selanjutnya, ia memerlukan pemeliharaan kesehatan, pendidikan, dan pergaulan. Secara teoretis, Fayakhun bakamla mengutip beberapa pendapat tokoh mengenai interaksi sosial ini. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan ...

Fayakhun Andriadi dan Kesatuan Indonesia


Belakangan ini, politisi Indonesia seringkali mendapatkan stigma kurang baik dari masyarakat. Citra yang melekat, mereka justru jauh dari rakyat yang diwakilinya. Meskipun demikian, tidak sedikit juga politisi yang memperhatikan nasib masyarakat dan memiliki pemikiran yang baik. Salah satunya adalah Fayakhun Andriadi.

Dalam sebuah tulisannya di kompasiana.com, politisi muda yang juga Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta ini menyatakan bahwa banyak potensi luar biasa dari manusia Indonesia. B.J. Habibie salah satunya. Fayakhun menilai, selain telah berjasa mengangkat nama Indonesia di kancah internasional di bidang teknologi, B.J. Habibie juga memiliki pemikiran cemerlang di bidang sosial politik. Sejak dulu B.J. Habibie sebetulnya telah memiliki visi yang sangat jelas, dimana beliau ingin menghubungkan seluruh Indonesia. Misalnya konektivitas telekomunikasi dengan mempergunakanfiber optic, sementara konektivitas transportasi yang ditindaklanjuti dengan pengembangan industripesawat dan perkapalan (Jacky Mussry, 2013).

Selain memiliki brain power yang di atas rata-rata dan visi world class, para diaspora ini sebetulnya begitu mencintai tanah air nenek moyangnya. Hanya saja, hingga saat ini mereka masih terganjal oleh aturan kewarganegaraan di Indonesia yang tidak menghendaki dwi kewarganegaraan (dual citizenship). Dalam konsep ketahanan nasional yang sebenarnya, kondisi seperti ini tentu saja bagaikan membuang peluang emas yang ada didepan mata.Karena dalam konsep national security, ketahanan nasional bersandar pada premis bahwa keamanan harus dimaknai dalam pengertian yang holistik (holistic way).Baik yang mencakup segala hal yang terkait dengan ancaman militer maupun non-militer. Artinya, meskipun penolakan atas prinsip dual citizenship didasarkan pada pertimbangan keamanan nasional, namun semestinya jangan dilupakan bila ketahanan nasional juga sebetulnya telah memasukan isu-isu human security, sesuai dengan anjuran PBB dan konvensi HAM sedunia.


Bila mengacu pada konsep yang dikembangkan UNDP, maka konsep keamanan nasional sejatinya meniscayakan adanya kebebasan dari kekurangan (freedom from want), dan kebebasan dari ketakutan (freedom from fear).Artinya, setiap manusia apalagi warga negara Indonesia semestinya mendapatkan jaminan keamanan dari negaranya untuk memperoleh hak-haknya. Hanya saja, karena konsep ketahanan nasional yang dikembangkan saat ini masih merupakan warisan dari Pemerintahan Orde Baru, maka konsep ketahanan nasional pun berorientasi ke dalam (inward-looking).Termasuk dalam menghadapi isu kewarganegaraan ganda. Dimana konsep dwi kewarganegaraan dianggap sebagai pintu masuk munculnya ancaman bagi ketahanan nasional.Baik ancaman munculnya persoalan kependudukan, lunturnya identitas budaya, hingga ancaman spionase dan penyadapan, seperti yang saat ini marak terjadi. Fayakhun Andriadi

Sumber: kompasiana.com

Komentar

Postingan Populer